Motivator Indonesia Terkenal, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terhebat, Motivator Islami Asia

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Muda Asia

Dalam seminar motivasi, saya sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang diminta bicara soal keluarga. Maka muncullah sederet pertanyaan.

Selama ini, kerja dan keluarga seolah-olah dua hal yang terpisah. Benarkah demikian? Lantas, gimana solusinya? Tetap bersemangat dalam kerja, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/KeluargaKerja
motivator-indonesia-motivator-islami-Motivator-Bisnis-Motivator-Sukses
Selanjutnya, jodoh itu nasib atau takdir? Bisakah diupayakan? Kalau bisa, gimana caranya? Simak » http://bit.ly/istrimu

Sekiranya istri suka shopping, gimana menyikapinya? Benarkah shopping identik dengan keburukan? Simak » http://bit.ly/istribelanja

motivator-indonesia-motivator-islami-Motivator-Bisnis-Motivator-Youtube

Lalu, penafkahan itu tanggung-jawab siapa? Laki-laki apa perempuan? Bolehkah perempuan mencari nafkah? Benarkah susu formula itu baik? Mohon jangan tersinggung, simak baik-baik » http://bit.ly/LakiLaki

motivator-indonesia-motivator-islami-Motivator-Bisnis-Motivator-Youtube

Terakhir, soal orangtua. Kita sama-sama tahu bahwa berbakti itu mengundang rezeki. Kita pun sama-sama tahu bahwa berbakti itu menuai keberkahan. Namun, cukupkah bakti kita selama ini? Lantas, gimana baiknya? Simak » http://bit.ly/Berbakti

Motivator Indonesia, Motivator Bisnis, Motivator Terbaik, Motivator Sukses

Di seminar motivasi, terutama in-house seminar, saya sering diminta untuk membahas soal visi dan target. Sebagai motivator Indonesia, permintaan itu saya iyakan.

Begini. Setiap profesional sejati mesti bisa 'meraba' kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible). Rupa-rupanya, ini malah lebih dahsyat. Misalnya, soal niat dan visi. Terus, apa lagi? Banyak. Simak saja » http://bit.ly/TakTerlihat

Motivator-Terbaik-Motivator-Sukses-Motivator-Indonesia-Motivator-Bisnis

Terkait dengan itu, kadang seorang profesional perlu berhenti sejenak dari kesibukan. Buat apa? Meluruskan visi, meluruskan niat, memperbaiki diri, introspeksi diri, mengevaluasi kinerja, mengamati pesaing, mengamati ekonomi, dst. Nah, tulisan berikut rada berat, hanya buat leader dan calon leader. Simak » http://bit.ly/introspeksi

Motivator-Indonesia-Motivator-Bisnis-Motivator-Terbaik-Motivator-Sukses

Membahas visi tak dapat dilepaskan dengan keberuntungan. Dan ternyata keberuntungan itu punya pola tersendiri. Simak » http://bit.ly/SupayaBeruntung

Sekiranya Anda mau lebih berdaya dan lebih beruntung dalam mencapai target, simak ini » http://bit.ly/RaguRagu

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal

Sebagai motivator Indonesia atau pembicara seminar, kadang saya membahas soal gergaji. Dan tidak sedikit yang bertanya-tanya, "Maksudnya apa?"

motivator-indonesia-terbaik-trainer-terbaik-training-terbaik-training-esq

Begini. Ternyata salah satu kebiasaan efektif menurut Stephen Covey adalah ‘mengasah gergaji’ (sharpen the saw), termasuklah di dalamnya, introspeksi diri dan evaluasi diri. 

Sesibuk apapun kita menggergaji, tetap saja kita harus berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Yang seperti ini, agama menyebutnya muhasabah,yang artinya melakukan perhitungan. 

motivator-indonesia-motivator-dunia-nick-vujicic-motivator-terbaik

Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. Ini sering saya singgung dalam seminar motivasi dan training motivasi. Kenapa?

motivator-indonesia-motivator-dunia-motivator-islami-motivator-muda

Orang-orang strategic management mana pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? Istilahnya, Introspection for Improvement. Apa pendapat Anda? 

Seminar Motivasi Karyawan, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik

Dalam seminar motivasi untuk karyawan atau seminar motivasi kerja, saya sering menyinggung soal kerja adalah ibadah. Bukan sekadar mencari nafkah. Sebagai motivator Indonesia, saya merasa perlu mengingatkan hal ini.


Seminar-Motivasi-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik

Motivator-Indonesia-Terbaik-Seminar-Motivasi-Karyawan-Motivator-Indonesia-Terkenal


Semua orang tahu #KerjaItuIbadah (Work with Worship).
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi dirinya sendiri, sehingga menjaga dirinya dari meminta-minta.
-       Bukankah dengan bekerja, ia mencukupi keluarga inti dan membantu keluarga besar.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha menjadi teladan terbaik bagi anak-anaknya.
-       Bukankah dengan bekerja, ia berusaha untuk jujur dan gigih, agar menjadi amal jariyah bagi orangtua dan guru-gurunya
-       Bukankah dengan bekerja, ia menjalankan perannya sebagai khalifah, di mana ia pantang menyia-nyiakan potensi dan pantang berbuat kerusakan.
-       Kerja itu ibadah, dakwah, amanah, anugerah, kehormatan, pelayanan, panggilan, aktualisasi, potensi, dan seni. Setidaknya, ada sepuluh makna. Dan inilah kelebihan kita, karena literatur Barat tidak mengenal konsep kerja sebagai ibadah.

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Seminar-Motivasi-Karyawan

Maaf, kalau sekadar kerja, kera juga kerja. Kalau sekadar makan, babi hutan juga makan. Buya Hamka sudah mengingatkan ini dengan tegas dan keras sejak puluhan tahun yang silam. Yah, sudah sepantasnya manusia punya nilai tambah. Ketika bekerja, manusia hendaknya juga mencari keberkahan, keilmuan, pengalaman, silaturahim, nama baik, dan lain sebagainya. Bukan sekadar kerja. Silakan berfalsafah, “Kerja, kerja, kerja.” Namun iringi juga dengan, “Berkah, berkah, berkah.”     

Masihkah kita menganggap kerja itu sekadar mencari nafkah?

Seminar Motivasi Kerja, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik Asia Muda Islam

Di seminar motivasi kerja atau seminar motivasi diri, kadang saya mengajak semua peserta untuk mempelajari kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam (inner) dan tidak terlihat (invisible)
Seminar-Motivasi-Kerja-Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Asia-Muda-Islam
Niat, visi, persistensi, konsistensi, cinta, kesetiaan, kebahagiaan, keimanan, dan keikhlasan, adalah kekuatan-kekuatan besar yang berasal dari dalam dan tidak terlihat, namun sangat menentukan apa-apa yang kemudian terlihat. Betul apa betul?

Contoh saja, sewaktu Anda mengamati gedung perkantoran yang megah atau lobi kantor yang mewah, ingatlah itu semua berawal dari visi seseorang. Ini adalah sesuatu yang sifatnya dari dalam dan tak terlihat. 

Motivator-Indonesia-Terbaik-Asia-Muda-Islam-Seminar-Motivasi-Kerja-Motivator-Indonesia-Terkenal

Terus, apa dampaknya bagi kita? Yah, kalau kita ingin mengubahi dan membenahi sesuatu, yah mulailah dari dalam. Demikianlah, semua yang outer dan visible, berasal dari inner dan invisible di mana ini jauh lebih kuat.

Motivator-Indonesia-Terkenal-Motivator-Indonesia-Terbaik-Asia-Muda-Islam-Seminar-Motivasi-Kerja

Lantas, siapa orang yang dapat membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini? Tidak lain, orang itu adalah pasangan Anda dan mentor Anda. 

Sepengalaman saya, dua orang inilah yang benar-benar membantu Anda untuk melihat sesuatu yang inner dan invisible ini. Pertanyaan saya, sudahkah Anda memilikinya?

Sekian dari saya, Ippho Santosa - Motivator Indonesia